Rayakan HUT Palembang, Kecamatan IB II dan Kesultanan Gelar Pertunjukan Seni Dulmuluk

0
2

LogikaIndonesia.Com – Dalam rangka memeriahkan Hari Ulang Tahun (HUT) Kota Palembang, Kecamatan Ilir Barat (IB) II berkolaborasi dengan Kesultanan Palembang Darussalam menggelar pertunjukan seni tradisional Dulmuluk. Acara yang sarat akan nilai budaya ini berlangsung meriah di Balai Pertemuan Kecamatan IB II Palembang pada Minggu (28/6/2026).

​Antusiasme masyarakat terlihat sangat tinggi. Balai pertemuan dipadati oleh warga yang rindu akan hiburan tradisional. Acara ini juga dihadiri oleh sejumlah tokoh penting, di antaranya​ Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV RM Fauwaz Diradja SH MKn, ​Hambali SSTP (Camat IB II Palembang),
​Helmi Yahya (Ketua Umum Asosiasi Kreator Konten Seluruh Indonesia / AKKSI), ​Tokoh masyarakat dan budayawan lokal.

​Menjaga Warisan yang Sarat Edukasi

​Sultan Palembang Darussalam, SMB IV RM Fauwaz Diradja, menyampaikan apresiasi yang mendalam kepada pihak Kecamatan IB II yang telah memfasilitasi acara ini. Menurutnya, Dulmuluk bukan sekadar hiburan penyejuk hati, melainkan warisan budaya yang sarat akan nilai moral, sejarah, dan pendidikan bagi generasi muda.

​”Kami ingin Dulmuluk terus hidup karena ini adalah kesenian tradisional yang memiliki nilai edukasi bagi masyarakat. Ke depan, kami berharap Pemerintah Kota Palembang dapat menginisiasi penyelenggaraan pertunjukan Dulmuluk secara rutin,” ujar SMB IV.​Sultan juga menekankan bahwa kelestarian Dulmuluk membutuhkan dukungan pembiayaan yang nyata dari pemerintah, mengingat kesenian ini melibatkan banyak seniman dalam setiap pertunjukannya.

​Peran Kreator Konten di Era Digital

​Dukungan serupa juga datang dari tokoh pertelevisian dan Ketua Umum AKKSI, Helmi Yahya. Ia menceritakan bahwa komitmennya terhadap budaya Palembang sudah dimulai sejak ia masih bertugas di TVRI Palembang.
​Helmi menilai, di era modern ini, nasib seni tradisional seperti Dulmuluk juga berada di tangan para pembuat konten.

“Saya mengajak teman-teman di AKKSI, termasuk Mang Dayat, untuk ikut berperan melestarikan budaya daerah,” ungkapnya. Melalui platform digital, para kreator konten diharapkan mampu mengemas Dulmuluk menjadi tontonan yang menarik dan relevan bagi generasi muda.

​Estafet Kebudayaan Antar-Kecamatan

​Di sisi lain, Camat IB II, Hambali SSTP, merasa terhormat wilayahnya bisa menjadi tuan rumah bagi pertunjukan ini. Ia berharap gaung Dulmuluk tidak berhenti di Kecamatan IB II saja, melainkan bisa menular ke wilayah lain.
​”Harapan kami, pertunjukan Dulmuluk dapat menjadi agenda di setiap kecamatan di Kota Palembang secara bergilir. Ini juga bisa menjadi awal terbentuknya kelompok-kelompok budaya di setiap wilayah sehingga pelestarian seni tradisional dapat berjalan secara berkelanjutan,” harap Hambali.

​Melalui sinergi kuat antara pemerintah, Kesultanan Palembang Darussalam, komunitas budaya, dan masyarakat, seni Dulmuluk diharapkan tidak sekadar bertahan, tetapi kembali bangkit sebagai ikon kebanggaan masyarakat Sumatra Selatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini