‎KALAU KECERDASAN BUKAN DARI SEKOLAH, LALU UNTUK APA SEKOLAH

0
35

‎‎Oleh M.Yasin
‎
‎LogikaIndonesia.Com – Presiden Prabowo mengatakan kecerdasan tidak ditentukan oleh sekolah. Bahlil Lahadalia kemudian dijadikan salah satu contoh.
‎
‎Pernyataan itu menarik.
‎
‎Sebab selama ini anak-anak Indonesia disuruh sekolah, guru diminta mendidik, orang tua diminta berjuang membiayai pendidikan, dan negara menghabiskan anggaran besar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.
‎
‎Lalu tiba-tiba kita diberi kesimpulan:
‎
‎“Kecerdasan bukan dari sekolah.”
‎
‎Kalau begitu, untuk apa anak-anak sekolah?
‎
‎Satire ini bukan untuk mengatakan Bahlil tidak cerdas. Justru perjalanan hidup seseorang memang tidak bisa diukur hanya dari nama sekolah atau universitasnya.
‎
‎Tetapi satu orang tidak bisa dijadikan alasan untuk mengecilkan arti pendidikan bagi jutaan anak Indonesia.
‎
‎Bahlil adalah contoh keberhasilan individu.
‎
‎Pendidikan adalah investasi sebuah bangsa.
‎
‎Sekolah memang tidak otomatis membuat seseorang cerdas. Tetapi sekolah yang baik memberi kesempatan kepada setiap anak untuk mengembangkan kecerdasannya.
‎
‎Jadi pertanyaannya bukan:
‎
‎“Apakah kecerdasan berasal dari sekolah?”
‎
‎Melainkan:
‎
‎“Mengapa negara belum mampu memastikan semua anak Indonesia mendapatkan sekolah yang benar-benar mampu mengembangkan kecerdasan mereka?”
‎
‎Dan kalau Bahlil dijadikan bukti bahwa kecerdasan tidak perlu sekolah, mungkin para guru pantas bertanya:
‎
‎“Kalau begitu, Pak, kami mengajar untuk apa?”
‎
‎