LogikaIndonesia.Com – Madrasah Ibtidaiyah (MI) Najahiyah Palembang resmi memulai babak baru kepemimpinan. Bertempat di ruang kelas V A dan B, pihak madrasah menggelar acara serah terima jabatan (Sertijab) Kepala MI Najahiyah dari pejabat lama, Ali Amin, S.Pd.I, kepada pejabat baru, Hafni Zahara, S.Pd.I, pada Selasa (23/6/2026).
Acara yang berlangsung khidmat ini dipimpin langsung oleh Ketua Yayasan Najahiyah, Drs. H.A. Azim Amin, M.Hum. Prosesi ini juga disaksikan oleh Hj. Jamilah Asna, M.Pd selaku Pengawas Pembina Kemenag Kota Palembang, serta seluruh jajaran dewan guru MI Najahiyah Palembang yang beralamat di Jalan KH. Moh. Asyik No.30, 3-4 Ulu, Kecamatan Seberang Ulu I tersebut.
Sinergi Bersama Kemenag dan Komitmen Transparansi Yayasan
Dalam sambutannya, Ketua Yayasan Najahiyah, Drs. H.A. Azim Amin, M.Hum, memberikan apresiasi setinggi-tingginya atas kelancaran pergantian kepemimpinan ini. Ia menegaskan bahwa hubungan antara pihak yayasan dan Kementerian Agama (Kemenag) selama ini berjalan sangat harmonis sebagai mitra kerja.
Ia juga menekankan pentingnya menjaga kepercayaan masyarakat (trust) melalui pengelolaan sekolah yang akuntabel.
”Kita transparan. Berapapun sumbangan yang masuk selalu dicatat, dan semua sumbangan dari masyarakat sepenuhnya digunakan kembali untuk membangun serta mengembangkan sekolah ini,” tegas Azim.
Catatan Prestasi 10 Tahun Ali Amin
Sementara itu, Ali Amin, S.Pd.I mengungkapkan rasa syukurnya atas amanah yang telah ia jalankan selama dua periode, atau tepatnya 10 tahun 6 bulan, memimpin MI Najahiyah. Kini, Ali Amin mendapatkan tugas baru sebagai pengajar di SMPN 44 Palembang.
”Kita berharap MI Najahiyah ke depan tetap berjaya dan semakin dikenal luas oleh masyarakat. Alhamdulillah, selama saya menjabat sebagai kepala madrasah, grafik perkembangan jumlah siswa maupun guru terus mengalami peningkatan,” ujar Ali Amin.
Haru Guru Senior dan Program Unggulan Baru: Tahfiz Al-Qur’an
Suasana haru menyelimuti pidato perdana dari Kepala MI Najahiyah yang baru, Hafni Zahara, S.Pd.I. Dedikasinya yang luar biasa di madrasah ini membuat momen pelantikan terasa sangat emosional baginya.
”Saya mengajar di sini sebagai guru kelas sejak tahun 2000. Pengabdian saya sudah hampir 26 tahun di Najahiyah, jadi rasanya banyak sekali momen haru yang saya rasakan,” ungkap Hafni.
Menatap masa depan madrasah, Hafni memastikan akan melanjutkan program-program baik yang telah dirintis oleh kepala sekolah terdahulu. Tak hanya itu, ia juga sudah menyiapkan program unggulan baru untuk mendongkrak mutu lulusan MI Najahiyah.
Keberlanjutan Program: Mempertahankan dan mengoptimalkan program kerja sukses dari periode sebelumnya.
Program Unggulan Baru: Menggalakkan program Tahfiz Al-Qur’an bagi seluruh siswa. Targetnya, saat lulus nanti, anak-anak sudah memiliki hafalan yang matang sebagai modal kuat untuk melanjutkan ke jenjang pendidikan berikutnya.






