LogikaIndonesia.Com – Jagat maya dihebohkan oleh sebuah video amatir yang memperlihatkan dugaan tindakan kekerasan dan pemukulan terhadap seorang santri di Pondok Pesantren Modern Al-Fahd (Sekolah Al-Fahd), Palembang. Video tersebut direkam langsung oleh orang tua korban yang tidak terima anaknya menjadi korban penganiayaan hingga mengalami luka fisik yang cukup serius.
Dalam rekaman video berdurasi kurang dari satu menit tersebut, sang ayah dengan nada emosional menunjukkan kondisi wajah anaknya yang mengalami lebam dan pembengkakan parah di area mata sebelah kiri. Sang ayah berulang kali menegaskan kekecewaannya terhadap institusi pendidikan yang dikenal sebagai salah satu sekolah unggulan berbiaya mahal di Palembang tersebut.
”Sekolah Al-Fahd, ini pemukulan terhadap anakku. Anakku sampai lebam macam ini,” ujar pria perekam video sambil mengarahkan kamera ke wajah sang anak yang tampak menahan sakit.
Tidak hanya menunjukkan luka sang anak, dalam video tersebut perekam juga memperlihatkan sejumlah saksi dan pihak yang diduga terlibat, termasuk pengasuh, pembimbing, serta ketua pembimbing pondok pesantren yang berada di lokasi kejadian.
Di akhir video, perekam mengonfrontasi salah seorang santri berbaju koko hitam dan berkopiah putih yang diduga sebagai pelaku pemukulan. Pemuda tersebut hanya tertunduk dan mengakui perbuatannya saat dicecar pertanyaan oleh orang tua korban.
”Kau ngaku pemukulan kan dengan anak aku? Jawab kau kuat-kuat!” cecar sang ayah.
“Iya, Pak,” jawab terduga pelaku singkat dengan nada pelan sembari tertunduk.
Hingga saat ini, video tersebut terus mendapat sorotan tajam dari netizen yang mengecam segala bentuk kekerasan di lingkungan pendidikan, khususnya di pondok pesantren. Pihak keluarga korban berharap ada tindakan tegas dan pertanggungjawaban dari pihak manajemen Pondok Pesantren Modern Al-Fahd terkait insiden yang mencoreng dunia pendidikan keagamaan ini.







