‎KALAU KECERDASAN BUKAN DARI SEKOLAH, LALU UNTUK APA SEKOLAH

0
2

‎‎Oleh M.Yasin

‎LogikaIndonesia.Com – Presiden Prabowo mengatakan kecerdasan tidak ditentukan oleh sekolah. Bahlil Lahadalia kemudian dijadikan salah satu contoh.

‎Pernyataan itu menarik.

‎Sebab selama ini anak-anak Indonesia disuruh sekolah, guru diminta mendidik, orang tua diminta berjuang membiayai pendidikan, dan negara menghabiskan anggaran besar untuk mencerdaskan kehidupan bangsa.

‎Lalu tiba-tiba kita diberi kesimpulan:

‎“Kecerdasan bukan dari sekolah.”

‎Kalau begitu, untuk apa anak-anak sekolah?

‎Satire ini bukan untuk mengatakan Bahlil tidak cerdas. Justru perjalanan hidup seseorang memang tidak bisa diukur hanya dari nama sekolah atau universitasnya.

‎Tetapi satu orang tidak bisa dijadikan alasan untuk mengecilkan arti pendidikan bagi jutaan anak Indonesia.

‎Bahlil adalah contoh keberhasilan individu.

‎Pendidikan adalah investasi sebuah bangsa.

‎Sekolah memang tidak otomatis membuat seseorang cerdas. Tetapi sekolah yang baik memberi kesempatan kepada setiap anak untuk mengembangkan kecerdasannya.

‎Jadi pertanyaannya bukan:

‎“Apakah kecerdasan berasal dari sekolah?”

‎Melainkan:

‎“Mengapa negara belum mampu memastikan semua anak Indonesia mendapatkan sekolah yang benar-benar mampu mengembangkan kecerdasan mereka?”

‎Dan kalau Bahlil dijadikan bukti bahwa kecerdasan tidak perlu sekolah, mungkin para guru pantas bertanya:

‎“Kalau begitu, Pak, kami mengajar untuk apa?”