Surprise! Surat Menteri Kebudayaan: Peluang Alih Kelola Benteng Kuto Besak

0
2

Oleh: Vebri Al Lintani*

Angin Segar Revitalisasi

LogikaIndonesia.Com – Terbitnya Surat Menteri Kebudayaan Nomor 24/MK/KB.09.06/2026 tentang alih kelola benteng bersejarah menjadi momentum penting bagi revitalisasi cagar budaya bernilai pertahanan di Indonesia. Salah satu peluang besar yang muncul adalah alih kelola Benteng Kuto Besak (BKB) di Palembang.

BKB bukan sekadar bangunan pertahanan, melainkan saksi bisu perjalanan sejarah. Dibangun oleh Sultan Muhammad Bahauddin (1780–1797), benteng ini adalah satu-satunya kuto kraton peninggalan Kesultanan Palembang Darussalam dan benteng di Nusantara yang murni dibangun oleh tangan pribumi.

Hambatan dan Harapan

Selama puluhan tahun, potensi BKB sebagai ruang publik terhambat oleh status pengelolaan militer di bawah Kodam II/Sriwijaya. Pembangunan gedung tujuh lantai untuk pengembangan Rumah Sakit AK Gani semakin mengancam eksistensi BKB. Selain itu, asrama prajurit dan sekolah tinggi keperawatan di dalam kawasan benteng menambah kompleksitas masalah.

Masyarakat Palembang telah lama mendambakan BKB direvitalisasi demi kepentingan publik. Namun, kendala pendanaan relokasi melalui skema tukar guling dan lemahnya kemauan politik membuat harapan itu berulang kali kandas.

Momentum Baru

Surat Menteri Kebudayaan yang ditandatangani Fadli Zon membuka jalan bagi pengalihan administrasi dari Kementerian Pertahanan ke Kementerian Kebudayaan. Langkah strategis ini memberi legitimasi penuh untuk pelestarian adaptif, membuka akses publik, dan mengembangkan konsep museum hidup yang interaktif.

Preseden Sukses

Revitalisasi BKB dapat belajar dari keberhasilan situs lain:

  • Benteng Vredeburg di Yogyakarta sebagai pusat edukasi perjuangan nasional.
  • Benteng Rotterdam di Makassar sebagai pusat gravitasi budaya.
  • Benteng Marlborough di Bengkulu sebagai destinasi wisata berkelanjutan.
  • Benteng Oranje di Ternate yang sukses direvitalisasi sejak 2016.

Dengan mengadopsi pola serupa, BKB berpotensi mengintegrasikan teknologi digital seperti projection mapping dan virtual reality untuk merekonstruksi kejayaan maritim Kesultanan Palembang.

Dampak Ekonomi Lokal

Revitalisasi BKB akan memberikan dampak domino bagi ekonomi lokal. Lokasinya di tepian Sungai Musi dan dekat Jembatan Ampera menjadikannya kawasan strategis untuk pengembangan wisata sejarah terpadu. Penataan kawasan waterfront akan membuka peluang usaha bagi industri kreatif, pemandu wisata, dan UMKM lokal.

Identitas dan Kebanggaan

Alih kelola BKB adalah upaya kolektif untuk mengembalikan warisan budaya Kesultanan Palembang Darussalam sebagai kebanggaan masyarakat Sumatera Selatan. Dengan perencanaan matang dan pelibatan komunitas lokal, BKB dapat berdiri tegak sebagai identitas daerah sekaligus lokomotif ekonomi baru.

Kini saatnya BKB berhenti menjadi latar belakang foto yang bisu dan mulai menjadi narator aktif kejayaan bangsa bagi generasi mendatang.

 

*: Ketua Aliansi Masyarakat Peduli Cagar Budaya

Palembang, 27 April 2026

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini