Oleh: Dr. H. M. Albahori, M.Ikom.
(Ketua Umum Perkumpulan Doktor Sumatera Selatan)
LogikaIndonesia.Com – Gema pekik kemerdekaan kembali membumbung di udara. Di bawah langit Sumatera Selatan yang hangat, peringatan Hari Ulang Tahun ke-81 Republik Indonesia dirayakan dengan penuh sukacita. Namun, di balik riak bendera merah putih yang berkibar dan dentum seremoni tahunan, ada sebuah getaran rasa yang jauh lebih dalam: sebuah kesadaran akan waktu yang terus berjalan.
Di usia yang ke-81 tahun ini, Indonesia sejatinya sedang berada di persimpangan jalan yang menentukan. Kita tidak lagi sekadar merayakan kejayaan masa lalu, melainkan sedang berlari kencang meniti sisa waktu dua dekade menuju satu gerbang besar: Indonesia Emas 2045.
Mendorong Motor di Bagian Barat Nusantara
Mimpi besar sebuah bangsa tidak pernah berdiri di atas awan; ia berpijak kuat pada ketahanan daerah-daerahnya. Di sinilah Sumatera Selatan mengambil peran. Sebagai salah satu motor penggerak utama di bagian barat Nusantara, Bumi Sriwijaya menyimpan potensi raksasa yang tak hanya bertumpu pada kekayaan alam yang melimpah di dalam perut buminya.
Lompatan besar kini dibutuhkan. Kekayaan alam tak lagi cukup hanya dipetik, tetapi harus dikelola melalui hilirisasi dan investasi yang cerdas. Kita tidak hanya merindukan angka-angka pertumbuhan ekonomi yang megah di atas kertas statistik, melainkan senyum kepuasan warga di pelosok desa yang merasakan dampak pemerataan pembangunan secara nyata.
Menyemaikan Manusia yang Sehat dan Bergagasan
Namun, apalah artinya gedung-gedung yang menjulang dan angka statistik yang hijau jika manusianya terlupakan? Kesejahteraan sejati tidak pernah diukur dari riuk-renik industri semata, melainkan dari napas kehidupan masyarakatnya.
Kesejahteraan lahir dari raga yang sehat dan pikiran yang merdeka untuk bergagasan. Di sinilah penguatan sektor kesehatan dan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) menjadi pertaruhan terbesar kita. Bonus demografi yang kini berada di genggaman dapat menjadi berkah yang melimpahkan kesejahteraan, atau justru menjadi jebakan kemunduran jika kita lalai memupuknya.
Merajut Sinergi, Membentang Jalan
Memasuki usia ke-81 tahun Indonesia, panggilan untuk melangkah bersama menjadi semakin nyaring. Pembangunan tak bisa lagi berjalan sendiri-sendiri. Harus ada rajutan sinergi yang kokoh antara pemerintah yang memegang kebijakan, pelaku ekonomi yang menggerakkan roda usaha, serta para akademisi dan tenaga profesional yang menyumbangkan pemikiran. Jalan menuju Indonesia Emas 2045 masih terbentang. Mari kita tapaki jalan itu bersama-sama dari tanah Sumatera Selatan—dengan langkah yang mantap, jiwa yang mandiri, dan semangat yang tak kunjung padam.
Dirgahayu Republik Indonesia ke-81. Bersama, kita wujudkan Sumatera Selatan yang maju dan sejahtera!






