Semarak Hari Tari Sedunia 2026 “Gaung Genderang Darussalam”

0
2

Sultan Palembang Tampil dalam Gaung Genderang Darussalam

LogikaIndonesia.Com – Lawang Borotan Palembang menjadi saksi meriahnya peringatan Hari Tari Sedunia yang digelar Komunitas Seniman Tari (Kasta) Sumatera Selatan. Bertema “Gaung Genderang Darussalam”, acara ini diikuti sekitar 500 peserta dari puluhan sanggar tari dari Palembang, Musi Banyuasin, Ogan Komering Ilir, Ogan Komering Ulu, seniman, dan tokoh budaya.

Puncak acara ditandai dengan penampilan Tari Gaung Genderang Darussalam, yang istimewanya turut menghadirkan Sultan Palembang Darussalam, SMB IV RM Fauwaz Diradja, bersama budayawan Vebri Al Lintani dan seniman tari Isnayanti Syafrida. Kehadiran Sultan dalam tarian ini menjadi simbol keterhubungan sejarah, budaya, dan semangat persatuan Palembang.

Kehadiran Tokoh dan Ragam Tarian

Acara seremonial dihadiri berbagai tokoh, di antaranya Staf Ahli Gubernur Sumsel Pandji Tjahjanto, Kepala BPK Wilayah VI Sri Sugiharta, Kepala Dinas Kebudayaan Palembang Sulaiman Amin, Ketua Kasta Sumsel, Tim 11 serta Ketua DKP dan DKSS. Sejumlah tarian tradisi ditampilkan, seperti Tari Zapin Bedana, Tari Pelimbangan, dan Tari Setabik, menambah kekayaan ragam pertunjukan.

Makna Gaung Genderang Darussalam

Budayawan Vebri Al Lintani menjelaskan, “Gaung Genderang Darussalam adalah semangat. Genderang itu tabuhan penyemangat, dan Darussalam mengingatkan kita pada Palembang Darussalam sebagai tonggak sejarah.” Tema ini menegaskan bahwa tari bukan sekadar hiburan, melainkan jembatan sejarah dan perekat persatuan.

Ketua Kasta Sumsel, Sayid Khalid Assegaf, menambahkan bahwa sejak berdiri tahun 2016, Kasta konsisten memperingati Hari Tari Sedunia bersama sanggar-sanggar tari. Tahun ini, tema Darussalam dipilih untuk menegaskan nilai kesantunan, keelokan budi, dan nafas religius yang diwariskan leluhur Palembang.

Apresiasi dan Harapan

Sultan SMB IV mengapresiasi kekayaan tari Sumsel yang lahir dari beragam budaya, termasuk Melayu, Arab, India, dan Eropa. Staf Ahli Gubernur Pandji Tjahjanto menekankan bahwa peringatan ini bukan sekadar pertunjukan seni, tetapi momentum memperkuat identitas budaya daerah sekaligus mendorong ekonomi berbasis budaya.

Acara ditutup dengan pemberian penghargaan kepada pihak-pihak yang mendukung, serta harapan agar generasi muda terus mencintai dan mengembangkan seni tari tradisi maupun kontemporer. Gaung genderang Palembang Darussalam pun bertalu, menyuarakan indahnya budaya yang hidup di Bumi Sriwijaya.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini