Ramadhan, Empati, dan Semangat Persatuan

0
3

LogikaIndonesia.Com – Suasana buka bersama Perkumpulan Gerakan Kebangsaan (PGK) di Hotel Harper Palembang, Kamis (13/4), terasa berbeda. Bukan sekadar hidangan yang tersaji, melainkan pesan mendalam yang dibawa oleh Firdaus Hasbullah tentang makna puasa Ramadhan.

Bagi Firdaus, puasa bukan hanya ritual menahan lapar dan dahaga. Ia melihat Ramadhan sebagai momentum untuk menumbuhkan empati, kebersamaan, dan keberpihakan pada kebenaran. “Ramadhan bukan hanya tentang menahan lapar, tetapi tentang menumbuhkan rasa empati dan rasa persaudaraan,” ucapnya dengan penuh keyakinan. Kata-kata itu seolah meresap ke hati para hadirin, yang terdiri dari pengurus PGK, aktivis mahasiswa, LSM, elemen kepemudaan, hingga ratusan anak yatim piatu.

Namun, pesan kebersamaan tak berhenti di situ. Ketua Umum DPP PGK, Bursah Zarnubi, menambahkan dimensi lain persatuan nasional. Di tengah turbulensi ekonomi akibat situasi geopolitik global, ia mengajak generasi muda untuk bersatu, membangun kemandirian, dan tidak bergantung pada dunia luar. “Para pemuda harus bersatu, menjalankan peran sesuai profesi dan membangun kemandirian nasional,” tegasnya.

Bursah menekankan bahwa persatuan bukan sekadar menyatukan satu golongan, melainkan membangun jaringan komunikasi yang lebih luas. Dengan begitu, generasi muda bisa saling memahami dan memperkuat solidaritas lintas elemen bangsa. “Bersatu itu kita harus menumbuhkan semangat kebersamaan dengan elemen bangsa yang lain,” tutupnya.

Acara buka bersama menjadi lebih dari sekadar pertemuan rutin. Ia menjelma menjadi ruang refleksi tentang Ramadhan sebagai filosofi empati, dan tentang persatuan sebagai fondasi bangsa. Di balik hidangan yang tersaji, terselip harapan agar semangat kebersamaan terus tumbuh, menguatkan bangsa menghadapi tantangan zaman.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini