LogikaIndonesia.Com – Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang kembali menggelar kajian rutin “Reboan” pada Rabu (15/4/2026). Dengan tema Peran Perguruan Tinggi dan Dunia Usaha dalam Menjawab Krisis Lingkungan dan Deforestasi, forum ini menghadirkan akademisi, praktisi, dan tokoh masyarakat untuk membahas tantangan ekologis yang kian mendesak.
Akademisi sebagai Penjembatan
Dr. Qurnia Indah Permata Sari, dosen Ilmu Politik Universitas Brawijaya Malang, menegaskan bahwa perguruan tinggi memiliki posisi strategis sebagai pihak netral yang mampu menjembatani kepentingan pemerintah, dunia usaha, dan masyarakat. Ia menekankan bahwa riset berbasis data dan edukasi publik menjadi kunci dalam menekan laju deforestasi.
“Akademisi dapat melakukan penelitian untuk memahami akar persoalan sekaligus meningkatkan kesadaran masyarakat dalam menjaga hutan,” ujarnya.
Dunia Usaha Dorong Kajian Ilmiah
Ketua Asosiasi Pengusaha Hutan Indonesia (APHI) Sumatera Selatan dan Lampung, H. Iwan Setiawan, menyoroti perlunya penelitian objektif dalam mengurai bencana ekologis. Menurutnya, banyak informasi di masyarakat masih berupa asumsi tanpa dukungan riset mendalam.
“Tujuan utama kajian akademik bukan mencari pihak bersalah, melainkan menemukan solusi agar kejadian serupa tidak terulang,” tegasnya.
Ancaman Kemarau Panjang
Wakil Direktur Pascasarjana UIN Raden Fatah, Dr. H.M. Torik, mengingatkan ancaman kemarau panjang yang diprediksi BMKG akan melanda Sumatera Selatan pada 2026. Dengan banyaknya kawasan gambut, risiko kebakaran hutan dan lahan meningkat signifikan.
“Jika kemarau panjang benar-benar terjadi, maka potensi kebakaran lahan akan meningkat. Ini harus kita antisipasi sejak dini,” ujarnya.
Perspektif Kultural dan Sejarah
Prof. Dr. Duski Ibrahim mengingatkan praktik masyarakat marga di masa lalu yang menjaga lingkungan sebagai bagian dari tradisi. Sementara itu, Ustad Kemas H. Andi Syarifuddin menambahkan perspektif sejarah Melayu, mencontohkan bagaimana Sultan Palembang dahulu menjaga kelestarian lingkungan dan menerapkannya dalam kehidupan masyarakat.
Kajian “Reboan” Pascasarjana UIN Raden Fatah Palembang menegaskan bahwa krisis lingkungan dan deforestasi adalah tantangan multidimensional. Sinergi antara perguruan tinggi, dunia usaha, pemerintah, dan masyarakat menjadi syarat mutlak untuk menghadirkan solusi nyata.







