Kerabat Raja Jembal Kelantan Sambangi Kesultanan Palembang Darussalam, Perkuat Tali Silaturahmi Melayu Serumpun

0
5

LogikaIndonesia.Com – Suasana kehangatan dan kekeluargaan mewarnai Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam yang berlokasi di Jalan Sultan Muhammad Mansyur, Kelurahan Bukit Lama, Palembang. Sebanyak 26 orang rombongan kerabat Raja Jembal Kelantan, Malaysia, hadir melakukan kunjungan silaturahmi ke tanah Palembang pada Jumat (21/8/2026).

​Kedatangan rombongan tamu agung dari Negeri Jiran tersebut disambut langsung oleh Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja, S.H., M.Kn. Dalam penyambutan hangat tersebut, SMB IV didampingi oleh jajaran pejabat dan tokoh Kesultanan Palembang Darussalam, antara lain:​ R.M. Rasyid Tohir (Dato’ Pangeran Nato Rasyid Tohir), ​Pangeran Mas’ud Khan,​ Pangeran Jayo Syarif Lukman,​ Pangeran Suryo Febri Irwansyah (Vebri Al Lintani), ​Pangeran Suryo Ali Goik, ​Hidayatul Fikri (Kreator Konten / Youtuber Palembang), ​Raden Genta Laksana,​ Putri Ayu Sastro Isnayanti, ​Putri Ayu Niago Levi Budhiarty,​ Putri Ayu Suryo Anna Maria.

Mempererat Hubungan Leluhur dan Kebudayaan

​Perwakilan Raja Jembal Kelantan, Raja Sulaiman, menjelaskan bahwa kunjungan ini bertujuan utama untuk menyambung kembali tali silaturahmi serta menelusuri ikatan kekerabatan sejarah antara keturunan Kerajaan Jembal di Kelantan dengan Kesultanan Palembang Darussalam.

​”Ini adalah hari kedua kami di Palembang. Sebelumnya kami telah berkunjung ke Kantor Walikota Palembang, dan selanjutnya kami dijadwalkan bersilaturahmi dengan Badan Musyawarah Minangkabau Sumsel. Kunjungan kami berlangsung selama lima hari hingga tanggal 24 Agustus,” ungkap Raja Sulaiman.


​Dalam diskusinya bersama SMB IV, Raja Sulaiman menyoroti komitmen Kesultanan Palembang Darussalam dalam merawat nilai-nilai budaya sejak kebangkitan kembali adat istiadat pada 3 Maret 2003 lalu. Menurutnya, upaya menghidupkan kembali tradisi leluhur murni berfokus pada pelestarian jati diri bangsa tanpa keterkaitan politik.

​”Kami sangat sepakat bahwa adat dan budaya harus selalu dikedepankan, berjalan selaras, serta tidak berseberangan dengan dasar negara maupun politik. Saat ini kami juga tengah mempersiapkan sebuah buku sejarah dan melakukan kajian mendalam. Jika telah rampung, buku tersebut akan kami serahkan secara langsung ke sini,” tambahnya.

​Raja Sulaiman juga mengamati banyaknya kemiripan antara Kota Palembang dan Kota Bharu di Kelantan, mulai dari kearifan lokal hingga dialek bahasa Melayu yang memiliki ciri khas penekanan vokal di akhir kata.

​Sinergi Kebudayaan Melayu Serumpun

​Sementara itu, Sultan Palembang Darussalam, SMB IV Jaya Wikrama, menyambut baik kehadiran 26 zuriat dari Kerajaan Jembal Kelantan tersebut. Menurutnya, pertemuan ini menjadi momentum penting untuk memperkuat sinergi antar-bangsa serumpun.

​”Mereka hadir untuk bersilaturahmi dan mengikat kembali tali kekerabatan. Sebagai bagian dari satu rumpun Melayu, kita sangat membuka peluang untuk berkolaborasi dalam memajukan serta melestarikan adat dan budaya bersama,” tegas SMB IV.

Sebagai langkah tindak lanjut dari kunjungan ini, zuriat Kerajaan Jembal Kelantan juga berencana mengundang pihak Kesultanan Palembang Darussalam untuk menghadiri berbagai perhelatan adat dan kebudayaan di Kelantan, Malaysia, dalam waktu dekat.