Pertautkan Nilai Budaya dan Keagamaan, Gus Yahya Resmi Menyandang Gelar Pangeran Natogamo dari Kesultanan Palembang

0
9


LogikaIndonesia.Com – Ketua Umum Pengurus Besar Nahdlatul Ulama (PBNU), KH Yahya Cholil Staquf atau yang akrab disapa Gus Yahya, resmi dianugerahi gelar kehormatan Kerabat Kesultanan Palembang Darussalam. Lewat prosesi adat yang sarat makna dan kekhidmatan, Gus Yahya kini menyandang gelar Pangeran Natogamo KH Yahya Cholil Staquf.

​Prosesi penganugerahan berlangsung di Balairung Istana Adat Kesultanan Palembang Darussalam, Jalan Sultan M. Mansur, Kecamatan Ilir Barat II, Palembang. Acara tersebut dipimpin langsung oleh Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jayo Wikramo R.M. Fauwaz Diradja, S.H., M.Kn.

Prosesi Adat yang Sarat Makna

​Acara diawali dengan kedatangan Sultan Palembang Darussalam SMB IV yang didampingi Dato’ Pangeran Nato Rasyid Tohir. Suasana sakral kian terasa saat tiga orang pria membawa pusaka Kerajaan Palembang Darussalam berupa Kitab Suci Al-Qur’an, sebilah keris, dan sebilah pedang ke dalam balairung.

​Mufti Kesultanan Palembang Darussalam, Pangeran Muhammad Mustofa, kemudian melantunkan syair Sultan Mahmud Badaruddin II. Usai pembacaan syair, Raden Zainal Abidin Rahman Dato’ Pangeran Puspo Kesumo dibantu sejumlah pangeran dalam membacakan Wartikah Sultan Palembang Darussalam Nomor: Kesultanan Palembang Darussalam/ Kerabat Dalam /005/VII /2026.

​Sebagai tanda resmi masuknya Gus Yahya ke dalam kerabat kesultanan, SMB IV menyematkan pin, mengalungkan selempang khas berwarna hijau-merah-hijau bergaris kuning dari bahu kanan ke pinggang kiri, serta menyerahkan naskah Wartikah secara langsung.

Bentuk Apresiasi dan Historis Keagamaan

​Sultan Mahmud Badaruddin IV menegaskan bahwa penganugerahan gelar kehormatan ini merupakan bentuk apresiasi atas dedikasi dan kontribusi nyata Gus Yahya dalam memelihara adat, budaya, serta menjaga kondusivitas sosial di Indonesia, khususnya di Kota Palembang.

​”Beliau layak mendapatkan gelar kehormatan karena telah memberikan jasa dan sumbangsih bagi adat dan budaya di Indonesia, termasuk kepada Kerabat Kesultanan Palembang Darussalam. Gerakan-gerakan Nahdlatul Ulama juga telah memberikan nuansa yang baik sehingga Palembang tetap kondusif,” ujar SMB IV.

​SMB IV juga mengungkapkan bahwa hubungan emosional dan historis antara Kesultanan Palembang Darussalam dan Nahdlatul Ulama sejatinya telah terjalin lama. Kakek beliau dari pihak ibu, KH Husein Affandi Samadani seorang tokoh NU yang pernah menjabat Penasihat Kedutaan RI untuk Arab Saudi di Makkah pada era Presiden Soeharto menjadi salah satu jembatan sejarah tersebut.

​”Karena itu kami merasa menjadi bagian dari keluarga besar Nahdlatul Ulama. Kami berharap dapat terus bersinergi dalam mengembangkan adat dan budaya Palembang Darussalam melalui pendekatan agama, budaya, maupun media lainnya,” tambah Sultan, sembari berharap PBNU semakin solid dan terus memperluas kontribusinya di bidang pendidikan serta pembangunan SDM bangsa.

Komitmen Menjaga Amanah Leluhur Nusantara

​Menerima kehormatan tersebut, Ketua Umum PBNU Gus Yahya menyampaikan rasa syukur dan bangganya. Ia menegaskan komitmennya untuk menjaga martabat dan tradisi luhur yang diwariskan oleh para pendahulu Kesultanan Palembang.

​”Alhamdulillah, saya menyampaikan terima kasih, syukur, dan bangga karena telah menerima kehormatan dari keluarga Kesultanan Palembang. Kesultanan Palembang adalah warisan peradaban besar Nusantara yang memiliki kekuatan budaya untuk menyatukan masyarakat serta menjaga harmoni dan persatuan,” puji Gus Yahya.

​Gus Yahya juga mengajak seluruh elemen masyarakat untuk terus merawat nilai-nilai persatuan sebagai modal utama membawa Indonesia menuju masa depan yang berjaya.

​Dihadiri Tokoh Lintas Sektor

​Prosesi bersejarah ini dihadiri oleh jajaran petinggi PBNU, PWNU Sumsel, para pangeran kesultanan, serta tokoh kebudayaan dan masyarakat.

​Di antaranya tampak hadir Wakil Ketua Umum PBNU Dr. H. Amin Said Husni, Wasekjen PBNU KH. Amir Ma’ruf, Wakil Ketua PWNU Sumsel Kemas Khoirul Mukhlis, dan Sekretaris PWNU Sumsel Achmad Syaifudin Zuber. Dari jajaran Kesultanan dan tokoh budaya Palembang, hadir jajaran pangeran, putri ayu, Ketua Forwida Dr. Ir. Diah Kusuma Pratiwi, MT, Ketua Dewan Kesenian Palembang M. Nasir, seniman Imansyah, hingga kreator konten Mang Dayat.

​Rangkaian acara ditutup dengan doa bersama yang dipimpin langsung oleh Gus Yahya, kemudian diakhiri dengan ngobeng atau ngidang tradisi makan bersama khas Palembang yang mencerminkan kebersamaan dan kehangatan.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini