LogikaIndonesia.Com – Kemenangan hukum yang diraih Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) di bawah kepemimpinan Ketua Umum PB PGRI, Dr. Drs. H. Teguh Sumarno, MM, menjadi titik terang bagi penyelesaian sengketa internal organisasi. Putusan Pengadilan Tinggi Tata Usaha Negara (PT TUN) Jakarta pada Senin (4/5/2026) dengan nomor perkara 66/B/TF/2026/PTTUN JKT menegaskan legitimasi kepemimpinan Teguh Sumarno.Di Sumatera Selatan, Ketua Umum PGRI Sumsel yang baru ditunjuk, Drs. H. Riza Fahlevi, M.M., menilai kemenangan ini bukan sekadar akhir dari konflik panjang, melainkan awal dari konsolidasi, rekonsiliasi, dan transformasi organisasi. Ia menegaskan bahwa kemenangan tersebut adalah kemenangan seluruh guru, bukan kelompok tertentu.
Konsolidasi Organisasi
Di Provinsi Sumatera Selatan, Ketua Umum PGRI Sumsel yang baru ditunjuk, Drs. H. Riza Pahlevi, MM, menilai putusan tersebut bukan sekadar akhir dari sengketa panjang, melainkan awal bagi konsolidasi, rekonsiliasi, dan transformasi organisasi.“Kemenangan ini harus dimaknai sebagai kemenangan seluruh guru, bukan kelompok tertentu. Langkah pertama adalah konsolidasi menyeluruh hingga ke tingkat kabupaten/kota, cabang, dan ranting,” ujar Riza, Selasa (2/6/2026).
Rekonsiliasi dan Persaudaraan
Riza menekankan pentingnya semangat rekonsiliasi. Konflik internal yang berlangsung cukup lama telah melahirkan perbedaan pandangan. Karena itu, pendekatan persaudaraan dan dialog dinilai lebih penting dibanding memperpanjang polarisasi.“Energi organisasi tidak boleh terus habis untuk konflik, tetapi harus diarahkan bagi kemajuan guru dan pendidikan,” tegasnya.
Tata Kelola Profesional
Momentum kemenangan hukum juga harus diikuti dengan pembenahan tata kelola organisasi. PGRI Sumsel didorong membangun sistem yang profesional, transparan, akuntabel, dan demokratis.“Kepercayaan anggota dan publik hanya dapat dibangun melalui tata kelola yang baik, terbuka, dan berpihak kepada kepentingan guru,” jelasnya.
Kemitraan Strategis
Sebagai organisasi profesi guru terbesar di Indonesia, PGRI juga memiliki tanggung jawab menjaga kepercayaan publik. Riza menegaskan komitmen memperkuat kemitraan strategis dengan pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya.“Kemenangan hukum harus diikuti oleh kemenangan moral dan kemenangan organisasi. Persatuan, kebersamaan, dan pengabdian kepada dunia pendidikan harus menjadi semangat utama seluruh insan PGRI,” ungkapnya.
Babak Baru PGRI Sumsel
Riza berharap momentum ini menjadi babak baru bagi PGRI Sumatera Selatan untuk tampil sebagai organisasi yang kokoh, berwibawa, dan mampu memperjuangkan kepentingan pendidikan secara berkelanjutan.“Dengan persatuan yang kuat, PGRI akan kembali menjadi rumah besar para guru yang memberikan manfaat nyata bagi anggota, masyarakat, dan kemajuan pendidikan Indonesia,” pungkasnya.







