LogikaIndonesia.Com – Pengurus Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) Provinsi Sumatera Selatan bergerak cepat menggelar rapat konsolidasi perdana setelah resmi menerima Surat Keputusan (SK) kepengurusan dari Ketua Umum Pengurus Besar PGRI. Pertemuan ini berlangsung di Aula SMKN 6 Palembang pada Senin, 1 Juni 2026, hanya beberapa jam setelah SK diterima.Kehadiran Pengurus Inti Rapat dihadiri jajaran pengurus inti sesuai format dari pusat, meliputi
Ketua dan Wakil Ketua Empat orang Sekretaris serta Wakil Sekretaris Bendahara dan Wakil Bendahara14 biro yang akan segera bergerak sesuai bidang masing-masing Selain itu, hadir pula perwakilan Badan Kelengkapan Organisasi (BKO) yang nantinya akan dilantik oleh Ketua dan Sekretaris Pengurus Daerah PGRI Sumsel.
Momentum Pasca Kekosongan
Ketua Mandat PGRI Sumsel, Riza Pahlevi, menegaskan rapat ini menjadi momentum krusial setelah kepengurusan sempat kosong hampir satu bulan pasca putusan banding 4 Mei 2026.“Tujuannya tidak lain untuk gerak cepat karena secara legalitas kita sudah sangat kuat. Kami langsung menyampaikan SK ini dan berbagi tugas bersama jajaran pengurus,” ujar Riza.
Misi Mengembalikan Khittah PGRI
Riza menekankan misi utama kepengurusan baru adalah mengembalikan khittah PGRI sebagai wadah perjuangan murni guru dari berbagai elemen NU, Muhammadiyah, sekolah swasta, maupun negeri.“Kalau selama ini kesannya guru yang mengurusi pengurus, sekarang tunjukkan bahwa ini organisasi guru. Harus membawa manfaat betul dari guru dan untuk guru,” tegasnya.
Penataan Struktur Kepengurusan
Komitmen lain yang disampaikan adalah penataan struktur agar diisi sosok yang linear dengan dunia pendidikan. Riza menekankan pengurus harus berasal dari kalangan guru atau kepala sekolah, bukan pejabat yang sudah jauh dari konteks pendidikan.
Harapan Transformasi
Melalui rapat konsolidasi ini, diharapkan pembagian tugas dapat segera diimplementasikan sehingga PGRI Sumsel mampu bertransformasi menjadi wadah yang SolidResponsifMemberikan kontribusi nyata bagi kesejahteraan dan peningkatan kualitas pendidik di Sumatera Selatan.






