Budayawan Palembang Serukan Penyelamatan Benteng Kuto Besak

0
21

LogikaIndonesia.Com – Budayawan Palembang, Vebri Al Lintani, menyerukan seluruh masyarakat Palembang dan Sumatera Selatan (Sumsel) untuk bersatu menjaga serta mengembalikan marwah Benteng Kuto Besak (BKB) sebagai cagar budaya nasional.

Seruan tersebut disampaikan dalam rapat final aksi 1212 Penyelamatan BKB yang berlangsung di kediaman almarhum Raden H. Moh Akib di Jalan Kapten Cek Syeh, Sabtu siang (6/12/25).

“Mari kita bersama-sama memperjuangkan BKB. Semua organisasi, komunitas, dan kelompok masyarakat dipersilakan bergabung dengan Aliansi Penyelamat Benteng Kuto Besak. Kalau pun ingin berjuang di luar aliansi, silakan. Yang terpenting, kita satu tujuan: menyelamatkan BKB,” tegas Vebri.

Kekhawatiran atas Pembangunan RS dr. AK Gani

Seruan ini muncul seiring rencana pembangunan gedung baru Rumah Sakit dr. AK Gani setinggi tujuh lantai di kawasan BKB. Proyek tersebut akan menggunakan dana Bantuan Keuangan Bersifat Khusus (BKBK) dari Pemerintah Provinsi Sumsel senilai Rp 53 miliar pada tahun 2026.

Menurut Vebri, pembangunan ini menimbulkan kekhawatiran serius karena kawasan BKB memiliki nilai arkeologis tinggi. Fondasi dalam yang dibutuhkan untuk gedung bertingkat berpotensi merusak lapisan tanah purbakala yang mungkin menyimpan artefak bersejarah.

“Bukan tidak mungkin di bawahnya terdapat artefak bersejarah yang belum terungkap,” jelasnya.

Kawasan Masih Dikuasai Militer

Vebri juga menyoroti bahwa hingga kini kawasan inti BKB masih berada dalam kendali militer. Hal ini membuat banyak titik penting tidak dapat diakses publik maupun peneliti kebudayaan.

“Padahal, penelitian arkeologi di sana bisa mengungkap banyak hal tentang sejarah Kesultanan Palembang,” ujarnya.

Ia menambahkan, sebelumnya telah ada kesepakatan dengan pihak TNI bahwa pembangunan RS dr. AK Gani tidak boleh mengganggu kawasan cagar budaya dan harus didampingi tim ahli. Namun, ketentuan tersebut dinilai tidak dijalankan sebagaimana mestinya.

Usulan Relokasi dan Penataan Ulang

Sebagai solusi, Vebri bersama Aliansi Penyelamat BKB telah bertemu Komisi V DPRD Sumsel untuk meminta agar dana BKBK dialihkan guna merelokasi RS dr. AK Gani ke lokasi lain. Ia juga mendukung langkah relokasi seluruh fasilitas militer dari area inti BKB demi penyelamatan jangka panjang.

“Kalau cagar budaya terus tergerus, kita seperti menghapus sejarah kita sendiri. BKB harus difungsikan sebagaimana mestinya: dilestarikan, dibuka untuk penelitian, dan dihidupkan kembali sebagai pusat sejarah Kesultanan Palembang,” tegasnya.

Rapat aksi 1212 tersebut ditutup dengan sesi tanya jawab, diskusi, dan foto bersama para peserta.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini