Ratu Dewa Dukung Penuh Ratu Sinuhun Jadi Pahlawan Nasional

0
70

Palembang Menyatu untuk Ratu Sinuhun: Upaya Mewujudkan Sang Legislator Adat Menjadi Pahlawan Nasional

PALEMBANG, LogikaIndonesia.Com — Upaya untuk menghadirkan sosok perempuan agung dalam sejarah Sumatera Selatan ke panggung nasional terus bergulir. Dialah Ratu Sinuhun, perempuan Palembang abad ke-17, pencipta Kitab Oendang-Oendang Simboer Tjahaya—sebuah karya hukum adat yang menyinari keadilan bagi perempuan dan masyarakat adat pada zamannya.

Jumat pagi yang hangat itu, semangat membuncah menyelimuti rombongan tokoh perempuan, akademisi, budayawan, dan jurnalis Palembang. Mereka datang bersilaturahmi ke Kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang sebagai bagian dari gerakan masif untuk menjadikan Ratu Sinuhun sebagai pahlawan nasional perempuan pertama dari Sumatera Selatan.

Dari Kantor Ledeng ke Kantor Dinas Sosial

Sebelumnya, rombongan yang dipimpin oleh Ketua Umum Srikandi Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya, Nyimas Aliah, SE., S.Sos., M.I.Kom, telah bertemu langsung dengan Walikota Palembang, Drs. Ratu Dewa, M.Si. Pertemuan ini menjadi titik balik perjuangan panjang yang dimulai sejak 2022.

“Gayung bersambut. Pak Walikota sangat mendukung. Bahkan beliau meminta kami langsung melanjutkan koordinasi dengan Dinas Sosial Kota Palembang,” ujar Nyimas Aliah.

Dukungan itu tak hanya simbolis. Pemkot Palembang menyatakan siap memfasilitasi pembentukan Tim Peneliti dan Pengkaji Gelar Daerah (TP2GD)—sebuah langkah administratif penting dalam proses pengusulan gelar pahlawan nasional.


Guna merealisasikan Ratu Sinuhun sebagai pahlawan perempuan pertama dari Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel)  jajaran Srikandi Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya, serta sejarawan Palembang Dr Kemas Ari Panji Msi, aktivis budaya Palembang Genta Tri Laksana, jurnalis Palembang Dudy Oskandar, Jumat (25/7/2025) bersilaturahmi ke kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang, sebelumnya rombongan tersebut telah bertemu Walikota Palembang Drs Ratu Dewa Msi.
Guna merealisasikan Ratu Sinuhun sebagai pahlawan perempuan pertama dari Provinsi Sumatera Selatan (Sumsel) jajaran Srikandi Tenaga Pembangunan (TP) Sriwijaya, serta sejarawan Palembang Dr Kemas Ari Panji Msi, aktivis budaya Palembang Genta Tri Laksana, jurnalis Palembang Dudy Oskandar, Jumat (25/7/2025) bersilaturahmi ke kantor Dinas Sosial (Dinsos) Kota Palembang, sebelumnya rombongan tersebut telah bertemu Walikota Palembang Drs Ratu Dewa Msi.

Wajah Perempuan Adat dalam Hukum dan Sejarah

Pakar hukum adat dan gender dari Srikandi TP Sriwijaya, Dr. Kunthi Tridewiyanti, SH., MA., CLA, memaparkan bahwa Ratu Sinuhun adalah representasi perempuan progresif dalam sejarah lokal yang sering terabaikan. Ia bukan hanya istri Pangeran Sido Ing Kenayan (Raja Palembang 1636–1642), tetapi juga seorang legislator perempuan yang menciptakan sistem hukum berbasis nilai keadilan sosial dan kesetaraan gender.

“Ratu Sinuhun telah memikirkan dan menulis hukum yang melindungi perempuan dari kekerasan, termasuk kekerasan seksual. Ini luar biasa untuk konteks zamannya,” terang Dr. Kunthi.

Ratu Sinuhun juga diyakini merupakan keturunan langsung dari garis nasab para ulama besar, mulai dari Sunan Giri hingga Rasulullah SAW melalui jalur Sayyidah Fatimah Az-Zahra.

Sejarawan dan Budayawan Angkat Bicara

Sejarawan Palembang, Dr. Kemas Ari Panji, M.Si, menegaskan pentingnya pelibatan Pemerintah Kota Palembang secara formal dalam pengusulan gelar tersebut. Ia mengingatkan bahwa koordinasi lintas institusi, terutama Dinas Sosial, adalah bagian dari tata laku negara dalam proses usulan pahlawan.

“Palembang tidak boleh absen. Ini bukan sekadar sejarah lokal, tapi sejarah Indonesia,” tegasnya.

Senada, aktivis budaya Genta Tri Laksana dan jurnalis Dudy Oskandar menyoroti bahwa pengusulan ini bukan sekadar kebanggaan lokal, tetapi langkah nyata untuk mengangkat narasi perempuan dalam sejarah nasional yang selama ini kerap luput dicatat secara adil.

Dinsos Kota Palembang: Siap Bergerak

Kunjungan tersebut disambut langsung oleh Sekretaris Dinsos Palembang, Junaina, yang menyatakan kesiapannya untuk segera memproses surat dukungan Walikota, memfasilitasi pembentukan TP2GD, serta melakukan pelaporan ke pimpinan terkait teknis dan anggaran sosialisasi serta naskah akademik.

“Yang jelas, ini akan kami laporkan ke pimpinan. Kami siap untuk berperan aktif dalam proses ini,” ujarnya optimistis.

Ratu Sinuhun: Simbol Etika, Perempuan, dan Hukum

Lebih dari sekadar tokoh sejarah, Ratu Sinuhun adalah simbol perempuan adat yang memiliki kapasitas intelektual dan keberanian moral. Di tengah dominasi sistem patriarki pada masanya, ia berdiri sebagai legislator, pemimpin, dan pelindung kaumnya.

Kini, lebih dari 380 tahun kemudian, gaung perjuangan itu hidup kembali. Upaya menjadikannya sebagai Pahlawan Nasional dari Sumsel tak hanya berarti mengangkat namanya—tetapi juga menyuarakan nilai-nilai keadilan, kesetaraan, dan kearifan lokal yang relevan untuk Indonesia hari ini dan esok.

Catatan: Srikandi TP Sriwijaya telah memulai inisiatif pengusulan Ratu Sinuhun sejak tahun 2022. Dukungan dari berbagai pihak terus bergulir, termasuk dari Gubernur Sumsel, akademisi, budayawan, dan kini secara resmi Pemerintah Kota Palembang.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini