Peringatan Pertempuran 5 Hari 5 Malam di Palembang Menghidupkan Memori Kolektif, Menjadi Agenda Nasional

0
11

LogikaIndonesia.Com – Pawai Heroik Bernuansa Sejarah
Sabtu (3/1/2025), pelataran Lawang Borotan Benteng Kuto Besak kembali menjadi saksi peringatan Pertempuran Lima Hari Lima Malam (P5H5M). Tahun ini merupakan peringatan kelima dengan tema “Dengan Semangat Juang Pertempuran Lima Hari Lima Malam, Kita Lestarikan Cagar Budaya Berbasis Pertahanan.”

Acara dibuka dengan pawai heroik yang dipimpin Wali Kota Palembang, Drs. Ratu Dewa M.Si, bersama Sultan Palembang Darussalam, Sultan Mahmud Badaruddin (SMB) IV Jaya Wikrama RM Fauwaz Diradja, S.H., M.Kn. Rombongan menyusuri jalan-jalan utama kota dengan jeep tua Willys dan Ford GPW, diiringi komunitas sepeda ontel, vespa dan bajaj peserta pawai berseragam pejuang. Atmosfer perjuangan terasa hidup, seolah membawa masyarakat kembali ke masa 1947.

Meski hujan mengguyur, semangat peserta pawai tidak surut. Pertunjukan seni tradisi seperti kuntau, syarofal anam, korsik biola, hingga teatrikal perjuangan turut memeriahkan suasana. Lagu perjuangan Gugur Bunga menggema, menambah nuansa heroik.

Penghormatan kepada Veteran

Momen penuh makna ditandai dengan penyerahan tali kasih kepada para veteran sebagai bentuk penghormatan atas jasa mereka. Pameran barang antik bertema “Barang Jadoel” menghadirkan koleksi yang menggambarkan kehidupan masyarakat era perjuangan, memperkuat kesan bahwa kemerdekaan adalah hasil pengorbanan nyata.

Pesan Sultan SMB IV

Sultan SMB IV menekankan pentingnya pemahaman sejarah bagi generasi muda. Ia berharap peringatan ini tidak hanya berupa pawai, tetapi juga diperluas dengan unsur budaya, edukasi, dan sejarah.
> “Nilai historisnya sangat tinggi. Taktik dan strategi perjuangan rakyat Palembang harus terus disampaikan agar membangkitkan jiwa patriotisme anak-anak kita,” ujarnya.

Komitmen Pemerintah Kota

Wali Kota Ratu Dewa menegaskan bahwa peringatan P5H5M bukan sekadar seremoni, melainkan pengingat bahwa kemerdekaan dibayar mahal dengan darah dan nyawa. Ia berkomitmen menanamkan nilai perjuangan sejak dini kepada anak-anak sekolah.

Lebih jauh, Ratu Dewa menyampaikan bahwa kegiatan ini akan dianggarkan dalam APBD Kota Palembang, sehingga keberlanjutan peringatan dapat terjamin. Ia juga mendorong agar P5H5M masuk dalam agenda nasional, sehingga seluruh rakyat Indonesia mengetahui bahwa di Palembang pernah terjadi pertempuran heroik mempertahankan kemerdekaan dari penjajah Belanda.
“Kita ingin Indonesia tahu, bahwa rakyat Palembang pernah berjuang habis-habisan mempertahankan republik. Peringatan ini harus menjadi agenda nasional,” tegasnya.

Dukungan Komunitas dan Budayawan

Ketua Pelaksana P5H5M, Vebri Al Lintani, menilai kegiatan ini lahir dari swadaya masyarakat yang sadar akan pentingnya sejarah. Ia berharap ke depan peringatan dapat dikemas lebih massif, melibatkan sekolah-sekolah, komunitas kreator, hingga regulasi pemerintah kota.

Kepala Dinas Kebudayaan Palembang, Sulaiman Amin, menambahkan bahwa peringatan ini juga momentum untuk mengangkat potensi wisata sejarah. Ketua Dewan Kesenian Palembang, M. Nasir, menilai peristiwa P5H5M adalah identitas kota yang harus terus dikenalkan sebagai daya tarik wisata berbasis sejarah dan budaya.

Peringatan P5H5M kini bukan hanya ritual tahunan, tetapi juga strategi pelestarian sejarah, penguatan identitas kota, dan pengembangan wisata budaya. Dengan dukungan APBD dan dorongan agar menjadi agenda nasional, peristiwa ini berpotensi menjadi ikon patriotisme Indonesia yang mengingatkan generasi muda bahwa kemerdekaan adalah hasil perjuangan kolektif, bukan hadiah.

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini