LogikaIndonesia.Com – Malam itu, Sabtu (24/1/2026), Daun Kafe di Kabupaten Penukal Abab Lematang Ilir (PALI) berubah menjadi ruang penuh semangat. Para seniman, awak media, dan komunitas seni berkumpul menyaksikan momen bersejarah: pelantikan pengurus Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Yayasan Kawan Lamo Galo PALI, di bawah naungan DPP Yayasan Kawan Lamo Galo Sumsel.
Suasana hangat terasa ketika Ketua DPP, M Fitriansyah akrab disapa Mpit Bae secara resmi melantik jajaran pengurus DPD PALI. Baginya, pelantikan ini bukan sekadar seremonial, melainkan hasil dari proses komunikasi panjang yang telah dirajut bersama Ketua DPD PALI, Fredi Febriansyah.
“Alhamdulillah malam ini kita bisa merealisasikannya. Selamat buat para pengurus DPD PALI yang sudah dilantik, semoga bisa menjalankan roda organisasi dengan baik,” ujar Mpit Bae penuh harap.
Misi Merangkul dan Melestarikan
Yayasan Kawan Lamo Galo hadir bukan hanya untuk musisi, tetapi juga sebagai wadah bagi seni tradisional Sumsel: musik, tari, sastra tutur, hingga seni rupa. Di tengah arus modernisasi yang kerap mengikis tradisi, organisasi ini ingin menjadi benteng pelestarian budaya.
“Jika Yayasan Kawan Lamo Galo bisa mengangkat ini, didukung oleh media, maka ini menjadi langkah bagus untuk pelestarian warisan budaya di Sumsel,” tambah Mpit Bae.
Setelah sembilan tahun berproses, Yayasan ini akhirnya memperoleh pengesahan resmi melalui Akte Notaris dan Kemenkumham pada tahun kedelapan. Kehadirannya pun semakin kuat dengan dukungan kolaborasi bersama Balai Pelestarian Kebudayaan (BPK) Wilayah VI dan Icraf Sumsel.
Harapan Baru dari PALI
Ketua DPD PALI, Fredi Febriansyah, menyambut pelantikan ini dengan penuh optimisme. Ia menilai wadah ini sebagai jalan mulus bagi seniman PALI untuk berorganisasi, berkarya, dan berkreasi.
“Kita bisa mengakomodir, berkarya, dan semoga ada industri musik Indonesia serta label yang bisa berkolaborasi dengan seniman di Sumsel. Tapi niat dan tujuan saya lebih maju dari segi seni, karena kita minim diperhatikan,” ungkap Fredi.
Dalam program jangka pendek, DPD PALI berencana membuka kelas musik bagi pelajar yang ingin mendalami alat musik dan olah vokal. Selain itu, event seni akan digelar untuk memberi ruang bagi seniman lokal menampilkan karya mereka.
Dukungan Komunitas
Pelantikan ini semakin meriah dengan kehadiran berbagai komunitas dan organisasi seni Komunitas Pengamen Jalanan (KPJ) Palembang, Slankers Club Palembang, Jamers Palembang, PAPPRI, Musi Lady Rock (MLR), Dewan Kesenian Sumatera Selatan (DKSS), Dewan Kesenian Palembang (DKP), serta organisasi media seperti IWO PALI dan PWI PALI.
Kehadiran mereka menjadi bukti nyata bahwa Yayasan Kawan Lamo Galo bukan sekadar organisasi, melainkan gerakan kolektif yang menyatukan berbagai elemen seni dan budaya.
Susunan Pengurus DPD Yayasan Kawan Lamo Galo PALI (2025–2030)
Pengurus Harian
– Ketua: Fredi Febriansyah
– Wakil Ketua: Thaufik Hidayat
– Sekretaris: Ramando Neprialdi
– Bendahara: Eliza Oktavia
Seksi-Seksi
– Tari: Mayang Dwi Astuti, Maya Puspita
– Musik: Romi Haryanto, Sutrianto, Rezky
– Promosi: Gatan El Barack, Fajar Apriansyah
– Sarana Prasarana: Nopri, Debi Arisandi
– Design Grafis: Adjie Dharmawinanza, Malik
Pelantikan DPD Yayasan Kawan Lamo Galo PALI bukan hanya tonggak organisasi, tetapi juga simbol kebangkitan seni dan budaya di Sumatera Selatan. Dengan semangat kolaborasi dan pelestarian, PALI kini memiliki wadah yang siap merangkul talenta lokal, menjaga tradisi, sekaligus membuka jalan menuju panggung nasional.







