LogikaIndonesia.Com – Asosiasi Seni Tari Indonesia (ASETI) Sumatera Selatan terus berupaya melestarikan seni budaya daerah melalui inovasi kreatif. Salah satu langkah terbaru adalah menjajaki penggunaan lagu Lenggang Zapin Palembang sebagai pengiring resmi kegiatan linedance.
Upaya ini ditandai dengan kunjungan silaturahmi pengurus ASETI Sumsel kepada salah satu penasihatnya, Fir Azwar, pencipta lagu Lenggang Zapin Palembang sekaligus pelaku seni budaya Sumatera Selatan Sabtu (4/4/26).
Ketua ASETI Sumsel, Inot Bunayu, menegaskan bahwa langkah ini merupakan bagian dari strategi pengembangan seni tari yang mengangkat kearifan lokal, khususnya dari Kota Palembang.
“Kami berharap dukungan dan pengalaman Bapak Fir Azwar di dunia seni dan budaya dapat membantu kemajuan ASETI Sumsel. Ini juga menjadi langkah untuk mengangkat Zapin Palembang agar lebih dikenal luas, termasuk melalui linedance yang kini semakin diminati masyarakat,” ujar Inot.
Fir Azwar menyambut baik inisiatif tersebut dan menyampaikan apresiasi atas upaya pelestarian seni daerah yang dilakukan ASETI Sumsel.
“Saya mengucapkan terima kasih karena telah menghargai karya seni yang saya ciptakan. Saya tidak keberatan apabila lagu Lenggang Zapin Palembang digunakan sebagai pengiring musik linedance,” kata Fir Azwar.
Dengan adanya dukungan ini, ASETI Sumsel berencana membakukan penggunaan lagu Zapin Palembang sebagai salah satu lagu pengiring linedance. Langkah tersebut diharapkan dapat memperkuat identitas budaya lokal dalam setiap kegiatan seni maupun olahraga rekreasi.
Selain memperluas jangkauan lagu Lenggang Zapin Palembang, inisiatif ini juga diharapkan mampu meningkatkan minat generasi muda terhadap seni dan budaya daerah Sumatera Selatan.








