Langkah Serius Menuju Ratu Sinuhun Jadi Pahlawan Nasional dari Palembang

0
2

LogikaIndonesia.Com – Pendopo Rumah Dinas Wali Kota Palembang 12 Februari 2026 menjadi saksi sebuah forum penting Forum Group Discussion (FGD) bertajuk “Lukisan Ratu Sinuhun Calon Pahlawan Nasional Perempuan dari Kota Palembang Sumatera Selatan”. Acara ini bukan sekadar diskusi, melainkan bagian dari tahapan serius pengusulan Ratu Sinuhun sebagai Pahlawan Nasional.

Konsensus Kolektif untuk Sejarah

FGD dihadiri Sultan Palembang Darussalam Sultan Mahmud Badaruddin IV RM Fauwaz Diradja, Prof. Dr. Farida R. Wargadalem dari Universitas Sriwijaya dan Dr Nyimas Umi Kalsum UIN Raden Fatah, budayawan, pelukis, hingga komunitas sejarah. Kehadiran lintas sektor ini menegaskan bahwa pengusulan Ratu Sinuhun bukan sekadar agenda administratif, melainkan gerakan kolektif untuk mengangkat martabat Sumatera Selatan.

Sultan Mahmud Badaruddin IV menegaskan pentingnya sinergi “Sumsel memiliki sejarah panjang dan tokoh-tokoh hebat seperti Ratu Sinuhun yang layak menjadi pahlawan nasional. Kita harus bersinergi supaya hal ini terwujud.”

Validasi Sejarah dan Akademik

Kepala Dinas Sosial Kota Palembang, M. Raimon Lauri AR, menjelaskan bahwa pengusulan gelar pahlawan nasional harus memenuhi syarat verifikasi sesuai Permensos Nomor 15 Tahun 2012. Dokumen primer, rekam jejak perjuangan, serta bukti historis menjadi landasan utama.

Ratu Sinuhun sendiri dikenal sebagai penggagas Kitab Undang-Undang Simbur Cahaya pada abad ke-16. Kitab ini memuat 170 pasal yang mengatur perkawinan, pertanian, pengelolaan hutan, hingga perlindungan perempuan—sebuah pencapaian luar biasa pada masanya.

Lukisan sebagai Representasi Visual

Salah satu sorotan FGD adalah lukisan Ratu Sinuhun karya Marta Astrawinata. Dilukis atas mandat Museum Sultan Mahmud Badaruddin II pada 2018, karya ini menjadi representasi visual pertama sang ratu. Tantangan besar dihadapi Marta karena tidak adanya dokumentasi autentik dari abad ke-16. Ia pun melakukan riset etno-historis, memadukan garis keturunan Tionghoa, Arab, dan Melayu-Jawa-Palembang dalam wajah sang ratu.

Budayawan Vebri Al-Lintani menambahkan narasi simbolik pada lukisan: kerudung sebagai simbol kekuatan Islam Melayu, warna merah marun sebagai lambang keagungan Kesultanan Palembang, serta lentera dan buku sebagai metafora cahaya ilmu dari Simbur Cahaya.

Dinamika Diskusi dan Kesepakatan

Youtuber Palembang Susan Oktarina,  mengingatkan pentingnya menonjolkan identitas Ratu Sinuhun sebagai seorang Syarifah yang memiliki nasab mulia, Rasulullah Muhammad SAW.

Dari sisi karakter, Drs. Saudi Berlian, M.Si (Anggota TP2GD Palembang/Sosiolog), menekankan perlunya representasi ketegasan seorang penguasa perempuan dalam guratan wajah sang Ratu. Masukan teknis juga datang dari Benny Iskandar yang menyarankan penyesuaian anatomi hidung agar terlihat lebih bangir. Sementara M. Nasir Ketua DKP mengusulkan penambahan atribut perhiasan sebagai simbol status kebangsawanannya. Tak hanya soal estetika, Ali Goik mengingatkan aspek legalitas agar karya mahakarya ini segera didaftarkan hak ciptanya dan dihibahkan secara resmi ke museum sebagai bentuk pengakuan atas dedikasi Marta Astrawinata.

Sejarawan Dr. Dedi Irwanto menekankan bahwa lukisan Marta telah menetap dalam memori kolektif masyarakat sejak 2018, sehingga perubahan signifikan justru berisiko mengaburkan identitas sang ratu.

Akhirnya, seluruh peserta FGD mencapai mufakat lukisan Marta Astrawinata sah mewakili potret Ratu Sinuhun dalam pengusulan Pahlawan Nasional. Kesepakatan ini dikukuhkan melalui penandatanganan berita acara oleh Sultan Palembang, akademisi, dan perwakilan pemerintah kota.

Perjalanan Menuju Pengakuan Nasional

FGD ini menjadi tonggak penting dalam perjalanan panjang Ratu Sinuhun menuju pengakuan sebagai Pahlawan Nasional. Dokumen sejarah yang dihasilkan akan diteruskan ke tingkat provinsi, sebelum akhirnya diajukan ke pemerintah pusat.

Lebih dari sekadar formalitas, langkah ini adalah konsensus kolektif untuk mengangkat harkat dan martabat Sumatera Selatan melalui sosok perempuan visioner yang telah menorehkan jejak abadi dalam sejarah Ratu Sinuhun.

 

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini