LogikaIndonesia.Com – Aula Bochari Rachman, Kampus BR-1 Universitas Bina Darma, Palembang Kamis 15 Januari 2026, menjadi saksi lahirnya sebuah perayaan budaya yang sarat makna. Dalam gelaran perdana The 1st Bidar Sritures Award 2026, budayawan Sumatera Selatan, Febri Irwansyah, S.H., yang lebih dikenal dengan nama Vebri Al Lintani, menerima penghargaan kategori Seniman.
Penghargaan ini bukan sekadar simbol, melainkan pengakuan atas kiprah panjang Vebri dalam melestarikan, mengembangkan, dan memajukan seni serta budaya lokal Sumatera Selatan. Selama bertahun-tahun, ia konsisten mengangkat nilai-nilai kearifan lokal melalui karya seni, pertunjukan, hingga gerakan kebudayaan.
“Penghargaan ini merupakan bentuk pengakuan, apresiasi, sekaligus motivasi bagi pegiat seni yang telah berkarya,” ujar Vebri dengan penuh rasa syukur.
Budaya sebagai Identitas dan Diplomasi
Plt. Rektor Universitas Bina Darma, Prof. Dr. Edi Surya Negara, M.Kom, menegaskan bahwa penghargaan ini adalah bagian dari komitmen Bidar untuk memperkuat budaya dan pariwisata Sumatera Selatan.
“Hari ini kita memberikan penghormatan setinggi-tingginya kepada budayawan, sejarawan, sastrawan, dan seluruh pemerhati kekayaan lokal,” katanya.
Dalam lima tahun terakhir, Bidar aktif menggandeng Dinas Kebudayaan dan Pariwisata serta Balai Bahasa untuk mengeksplorasi kejayaan Sriwijaya. Upaya ini memperlihatkan bahwa budaya bukan sekadar warisan masa lalu, melainkan fondasi untuk masa depan.
Ketua Panitia, Rizki Amalia, menambahkan bahwa bahasa dan budaya lokal memiliki potensi besar untuk dikenal di tingkat global. Diskusi tentang bahasa gaul kontemporer, lomba Poketel Storytelling oleh penutur asing, hingga parade kuliner menjadi bukti bahwa identitas lokal mampu menembus batas geografis.
“Bahasa adalah medium diplomasi identitas, sementara budaya adalah sumber inspirasi yang hidup bagi masa depan,” ujarnya.
Seni Tradisional yang Tetap Relevan
Rangkaian acara semakin semarak dengan pertunjukan Teater Tradisional Dulmuluk, pemutaran film tematik, dan parade kuliner khas Sumsel. Semua ini menegaskan bahwa seni tradisional tidak pernah usang. Ia tetap menjadi ekspresi nilai, kemanusiaan, dan kearifan lokal yang relevan dengan zaman.
Kepala Balai Bahasa Provinsi Sumsel, Desi Ari Pressanti, M.Hum., menyambut baik penghargaan ini. Menurutnya, apresiasi semacam ini akan memotivasi para pegiat seni, budaya, dan bahasa untuk terus berkontribusi dalam memajukan kebudayaan daerah.
Para Penerima Bidar Sritures Award 2026
Selain Vebri Al Lintani, sejumlah tokoh lain turut menerima penghargaan:
– Kategori Seni dan Budaya: Beni Arnas, Anwar Putra Bayu
– Kategori Seniman: Febri Irwansyah S.H. (Vebri Al Lintani)
– Kategori Budayawan: Rafanie Igama
– Kategori Akademisi dan Penggiat Budaya: Dr. Yesi Novaria Kunang, ST., M.Kom.
– Penggiat Bahasa Indonesia bagi Penutur Asing (BIPA): Ernalida Ph.D., Yeni Ernawati M.Pd., Ayu Puspita Indah Sari M.Pd., Mulawarman S.S., Dr. Khoirawati S.Ag., M.Ag. (diwakili Dr. Umi Kalsum)
– Penghargaan Khusus: Vita Nirmala M.Pd., Desi Ari Pressanti S.S., M.Hum., Dian Permata Suri S.Pd., M.Pd., Rama Mulia Putra S.S., Balai Bahasa Sumsel, serta Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Sumsel
Gerakan Berkelanjutan
Lebih dari sekadar seremoni, Bidar Sritures Award 2026 diharapkan menjadi awal dari gerakan berkelanjutan. Gerakan yang mendorong kolaborasi, penelitian, dan diplomasi budaya, sekaligus memperkenalkan kekayaan Sumatera Selatan ke panggung nasional dan internasional.
Dengan semangat itu, penghargaan yang diterima Vebri Al Lintani bukan hanya miliknya pribadi, melainkan milik seluruh masyarakat Sumsel yang terus menjaga denyut budaya agar tetap hidup dan relevan.







