Kisah Inspiratif Kenzie Abyaz Alhadiyan, Siswa Disabilitas SMA Negeri 6 Palembang
Logika Indonesia.Com – Di tengah hiruk pikuk dunia pendidikan dan olahraga, hadir sebuah kisah yang menyentuh hati sekaligus membangkitkan semangat. Kisah itu datang dari seorang siswa SMA Negeri 6 Palembang, Kenzie Abyaz Alhadiyan, putra pasangan Bapak Alhadiyan dan Ibu Fera Susanti. Dengan segala keterbatasan yang dimilikinya, Kenzie justru menjelma menjadi sosok inspiratif yang mampu mengukir prestasi gemilang di ajang bergengsi Pekan Paralympic Provinsi (Peparprov) V Sumatera Selatan.
Ajang yang berlangsung di Kota Sekayu, Kabupaten Musi Banyuasin, pada 1 November 2025 ini diselenggarakan oleh Dispora Sumsel bekerja sama dengan NPCI Sumsel. Peparprov bukan sekadar kompetisi olahraga, melainkan wadah inklusif yang memberi ruang bagi atlet difabel muda untuk menunjukkan kemampuan terbaik mereka. Di sinilah Kenzie membuktikan bahwa semangat juang mampu menembus segala batas.
Prestasi yang Menggema
Dalam kompetisi tersebut, Kenzie tampil luar biasa dengan torehan prestasi yang sulit ditandingi. Ia berhasil meraih:
– Juara 1 Catur Standard U-20
– Juara 1 Catur Cepat U-20
– Juara 1 Catur Kilat U-20
– Juara 1 Atletik Lari Putra 200 Meter
– Juara 2 Beregu Goalball
Rangkaian kemenangan ini bukan hanya deretan medali, melainkan simbol dari kerja keras, dedikasi, dan keyakinan seorang anak muda yang menolak menyerah pada keterbatasan. Kenzie menunjukkan bahwa olahraga bukan sekadar fisik, tetapi juga mentalitas juara yang lahir dari tekad dan latihan tanpa henti.
Dukungan Sekolah dan Lingkungan
Kepala SMA Negeri 6 Palembang, Fir Azwar, S.Pd., M.M., tak kuasa menyembunyikan rasa bangga atas pencapaian siswanya. “Kenzie adalah inspirasi bagi seluruh warga sekolah, karena ia menunjukkan bahwa keyakinan dan kerja keras dapat membawa seseorang mencapai kesuksesan,” ujarnya penuh haru.
Bagi sekolah, prestasi Kenzie bukan hanya kebanggaan, tetapi juga motivasi kolektif. SMA Negeri 6 Palembang berkomitmen untuk terus mendukung seluruh peserta didik, baik disabilitas maupun non-disabilitas, agar dapat mengembangkan potensi diri dan membawa nama baik sekolah ke tingkat yang lebih tinggi. Dukungan ini menjadi fondasi penting bagi terciptanya lingkungan pendidikan yang inklusif dan berdaya.
Makna Peparprov bagi Generasi Muda Difabel
Peparprov V Sumatera Selatan menjadi panggung yang menegaskan bahwa olahraga adalah bahasa universal yang mampu meruntuhkan sekat-sekat keterbatasan. Para atlet difabel muda, termasuk Kenzie, hadir bukan sekadar sebagai peserta, tetapi sebagai simbol keberanian dan keteguhan hati.
Melalui ajang ini, mereka membuktikan bahwa keterbatasan fisik tidak pernah menjadi penghalang untuk berprestasi. Justru, keterbatasan itu menjadi energi yang mendorong lahirnya semangat juang luar biasa. Kisah Kenzie adalah bukti nyata bahwa inklusivitas dalam olahraga mampu melahirkan inspirasi yang melampaui batas lapangan pertandingan.
Inspirasi untuk Masa Depan
Prestasi Kenzie Abyaz Alhadiyan adalah cermin dari kekuatan tekad dan dukungan lingkungan yang sehat. Ia bukan hanya juara di arena olahraga, tetapi juga juara dalam membangun harapan bagi banyak orang. Kisahnya mengajarkan bahwa keberhasilan tidak ditentukan oleh kondisi fisik semata, melainkan oleh keyakinan, kerja keras, dan keberanian untuk bermimpi.
Bagi Sumatera Selatan, kehadiran Kenzie di Peparprov V adalah pengingat bahwa setiap anak, tanpa terkecuali, memiliki potensi untuk bersinar. Dan bagi SMA Negeri 6 Palembang, Kenzie adalah bukti nyata bahwa pendidikan inklusif mampu melahirkan generasi yang tangguh, berprestasi, dan menginspirasi.







